"Assalammualaikum , eh . hai Fiya ! " tegur kak ibtisam beretenaga .
"Akak ! waalaikummussalam . ( sambil berlari memeluk ukhty itu ) , rindunya . sehat ke ? eheh , lawa baju . mana yang lain , sorang je ke ? dah makan ? " okey . ini semua aku cakap dalam hati , yang terzahir dibibir cuma ..
"hai ." senyum . kelat .
Aku terus beredar . masuk bilik baju . Aku tahu kak Ibtisam mesti pelik dengan sikap aku . tapi , mintak maaf . mood aku telah di'spoil'kan .
***
Loceng rumah tak henti berbunyi diselangi suara-suara ukhty memberi salam . Malam ini ada MABIT ( Malam Bina Iman dan Taqwa ) . Jadi , semua ukhty yang terlibat akan berkumpul di rumah aku .
"fiya" . "Fiya" . "Fiya".
Begitulah . Aku disapa setiap dari mereka . Hanya senyuman kelat aku balas . Argh ! dalam hati aku meronta-ronta nak pergi bercipiki-cipika dengan mereka , dalam pikiran aku , ada saja idea-idea nakal untuk aku mengusik mereka , tapi , semua tersimpan beku . Ego menjadi ratu .
Di ruang utama rumah , aku nampak Azwa baru sahaja sampai . Aku menuju kearahnya , kuhulurkan salam dan ku peluk erat dia . Tiada sepatah kata yang terucap , dengan pelukan aku bercerita . Dalam banyak-banyak ukhty , mengapa cuma Azwa ? Entah . Aku tak punya jawapan .
***
Bahuku dicuit .
"Eh , baru seminggu tak kol dah macam ni . pelik la . ada apa-apa ke?" Tegur murabbiku yang baru saja tiba .
"Hee . Oke je la" Ku balas pendek . Hanya sebagai tanda hormat . Mataku masih lagi tertumpu pada skrin telefon pintar . Post bertajuk Momentum Keikhlasan tulisan mylittlepencil itu aku baca sepatah demi sepatah . Aku cuba hadamkan . Sengaja aku membelek-belek arkib post di mylittlepencil untuk aku cari sedikit kekuatan dan motivasi . Tapi mengapa mylittlepencil ? Entah . Juga aku tak punya jawapan .
"okey semua , jom kumpul kat depan " suara kak Izzati memanggil .
MABIT hendak bermula . Semua gadjet dikumpulkan dan disimpan oleh ukhty Izzati . Memang beginilah setiap kali MABIT . Kami diajar untuk betul-betul fokus , untuk betul-betul meletakkan hati hanya pada Allah .
Malam itu dibuka dengan mentadabbur surah As-saffat ayat 83-85 .
"Dan sesungguhnya Ibrahim termasuk golongan Nuh , Ingatlah ketika dia datang kepada tuhannya dengan hati yang suci , Ingatlah ketika dia berkata kepada ayah dan kaumnnya , apakah yang kamu sembah itu?"
"Datang kepada tuhannya dengan hati yang suci" . Ayat ini menyentuh hati . Aku hendak berMABIT dengan emosi jahiliyyah aku ini ? Aku hendak berMABIT dalam keadaan aku menganggu emosi ukhty-ukhtyku yang lain ? Riak wajahku yang seakan tertelan kapur barus , bukankah itu hanya menganggu mood ukhty-ukhtyku ? Padahal mereka datang untuk merecharge iman .Ah . Sekarang aku hanya ada dua pilihan . Mengikut tarikan iman atau al-hawa ?
***
Usai solat isyak berjemaah , aku duduk berdoa seketika , meminta diberi kekuatan , meminta diberi keikhlasan , meminta agar diberi hati yang baru .
Nafas ditarik panjang . Dilepaskan dengan lafaz bismillah . Aku bangun dari tempat solat dan mencari kak Ibtisam .
"Kak Ibtisam . " Aku menegur dia yang sedang memakai tudung . Kuhulurkan tangan , berjabat mesra . pelukan erat , Aku dapat rasa pelukan keimanan . Dalam hati aku berbicara , " akak , saya rindu akak sangat-sangat . saya rindu setiap detik yang 'sebulan' itu , " Ah , hati menangis , Tapi aku masih berjaya mengawal reaksi muka .
Aku terus bersalaman dengan akhawat yang lain bertanya khabar , memberi senyuman mesra .Cuba memurnikan keadaan . Alhamdulillah , Allah izin untuk aku menyediakan seluas hati untuk menerima segala inti dari MABIT malam ini .
Tapi , kerana jiwa manusia itu berbolak-balik , di pertengahan MABIT perasaanku kembali bercelaru , kenapa ? Entah . aku masih lagi tidak punya jawapan .
***
Dan pada setiap persoalan yang aku tidak punya jawapan itu , aku yakin Dia yang menyimpan segala jawapan . Moga kheir saja .
***
-UkhtyLasak-
Ini sekadar cerita . Penulisan aku memang tidak cantik tapi aku tetap ingin menulis . Sangat berbesar hati untuk menerima segala teguran .
***
Usai solat isyak berjemaah , aku duduk berdoa seketika , meminta diberi kekuatan , meminta diberi keikhlasan , meminta agar diberi hati yang baru .
Nafas ditarik panjang . Dilepaskan dengan lafaz bismillah . Aku bangun dari tempat solat dan mencari kak Ibtisam .
"Kak Ibtisam . " Aku menegur dia yang sedang memakai tudung . Kuhulurkan tangan , berjabat mesra . pelukan erat , Aku dapat rasa pelukan keimanan . Dalam hati aku berbicara , " akak , saya rindu akak sangat-sangat . saya rindu setiap detik yang 'sebulan' itu , " Ah , hati menangis , Tapi aku masih berjaya mengawal reaksi muka .
Aku terus bersalaman dengan akhawat yang lain bertanya khabar , memberi senyuman mesra .Cuba memurnikan keadaan . Alhamdulillah , Allah izin untuk aku menyediakan seluas hati untuk menerima segala inti dari MABIT malam ini .
Tapi , kerana jiwa manusia itu berbolak-balik , di pertengahan MABIT perasaanku kembali bercelaru , kenapa ? Entah . aku masih lagi tidak punya jawapan .
***
Dan pada setiap persoalan yang aku tidak punya jawapan itu , aku yakin Dia yang menyimpan segala jawapan . Moga kheir saja .
***
-UkhtyLasak-
Ini sekadar cerita . Penulisan aku memang tidak cantik tapi aku tetap ingin menulis . Sangat berbesar hati untuk menerima segala teguran .
No comments:
Post a Comment