Friday, 26 December 2014

Murabbi ( PART 2 )



Kerana dia hanya seorang murabbi ,

maka ada batas dia tidak mampu mengetahui ,

sehingga sering saja gagal memahami ,

mungkinkah sang mutarabbi bisa memaafkan ?

Kerana dia hanya seorang murabbi ,

berjiwa insan bersifat manusiawi ,

maka janganlah harapkan kesempurnaan ,

tapi salinglah menyempurnakan ,

dan cintailah sebuah ketaatan ,

jauhilah sebuah kedukaan .

Kerana dia hanya seorang murabbi ,

meski terlalu banyak kelemahan ,

namun tetap dia yang Allah hantarkan ,

buat menyinari hidup ,

mencorakkan akhlak ,

dan membina iman dan taqwa .

Sekurang-kurangnya kita msih berpeluang memiliki dia ,

saat duka tempat meluahkan

saat gembira tempat meraikan ,

namun ternyata kepuasan tidak pernah akan ada .

Kerana dia hanya seorang murabbi ,

yang akhirnya ingin menuntut langkah kita kepada ilahi .


***

Puisi ini ditulis oleh ukhty Aliyah binti Ahmad Bahari .

Friday, 19 December 2014

Pelukan Keimanan


"Assalammualaikum , eh . hai Fiya ! " tegur kak ibtisam beretenaga .

"Akak ! waalaikummussalam . ( sambil berlari memeluk ukhty itu ) , rindunya . sehat ke ? eheh , lawa baju . mana yang lain , sorang je ke ? dah makan ? " okey . ini semua aku cakap dalam hati , yang terzahir dibibir cuma ..

"hai ." senyum . kelat .

Aku terus beredar . masuk bilik baju . Aku tahu kak Ibtisam mesti pelik dengan sikap aku . tapi , mintak maaf . mood aku telah di'spoil'kan .

***

Loceng rumah tak henti berbunyi diselangi suara-suara ukhty memberi salam . Malam ini ada MABIT ( Malam Bina Iman dan Taqwa ) . Jadi , semua ukhty yang terlibat akan berkumpul di rumah aku .

"fiya" . "Fiya" . "Fiya".

Begitulah . Aku disapa setiap dari mereka . Hanya senyuman kelat aku balas . Argh ! dalam hati aku meronta-ronta nak pergi bercipiki-cipika dengan mereka  , dalam pikiran aku , ada saja idea-idea nakal untuk aku mengusik mereka , tapi , semua tersimpan beku . Ego menjadi ratu .

Di ruang utama rumah , aku nampak Azwa baru sahaja sampai . Aku menuju kearahnya , kuhulurkan salam dan ku peluk erat dia . Tiada sepatah kata yang terucap , dengan pelukan aku bercerita . Dalam banyak-banyak ukhty , mengapa cuma Azwa ? Entah . Aku tak punya jawapan .


***

Bahuku dicuit .

"Eh , baru seminggu tak kol dah macam ni . pelik la . ada apa-apa ke?" Tegur murabbiku yang baru saja tiba .

"Hee . Oke je la" Ku balas pendek . Hanya sebagai tanda hormat . Mataku masih lagi tertumpu pada skrin telefon pintar . Post bertajuk Momentum Keikhlasan tulisan mylittlepencil itu aku baca sepatah demi sepatah . Aku cuba hadamkan . Sengaja aku membelek-belek arkib post di mylittlepencil untuk aku cari sedikit kekuatan dan motivasi . Tapi mengapa mylittlepencil ? Entah . Juga aku tak punya jawapan .

"okey semua , jom kumpul kat depan " suara kak Izzati  memanggil .

MABIT hendak bermula . Semua gadjet dikumpulkan dan disimpan oleh ukhty Izzati . Memang beginilah setiap kali MABIT . Kami diajar untuk betul-betul fokus  , untuk betul-betul meletakkan hati hanya pada Allah .

Malam itu dibuka dengan mentadabbur surah As-saffat ayat 83-85 .

"Dan sesungguhnya Ibrahim termasuk golongan Nuh , Ingatlah ketika dia datang kepada tuhannya dengan hati yang suci , Ingatlah ketika dia berkata kepada ayah dan kaumnnya , apakah yang kamu sembah itu?"

"Datang kepada tuhannya dengan hati yang suci" . Ayat ini menyentuh hati . Aku hendak berMABIT dengan emosi jahiliyyah aku ini ? Aku hendak berMABIT dalam keadaan aku menganggu emosi ukhty-ukhtyku yang lain ? Riak wajahku yang seakan tertelan kapur barus , bukankah itu hanya menganggu mood ukhty-ukhtyku ? Padahal mereka datang untuk merecharge iman .Ah . Sekarang aku hanya ada dua pilihan . Mengikut tarikan iman atau al-hawa ?

***

Usai solat isyak berjemaah , aku duduk berdoa seketika , meminta diberi kekuatan , meminta diberi keikhlasan , meminta agar diberi hati yang baru .

Nafas ditarik panjang . Dilepaskan dengan lafaz bismillah . Aku bangun dari tempat solat dan mencari kak Ibtisam .

"Kak Ibtisam . " Aku menegur dia yang sedang memakai tudung . Kuhulurkan tangan , berjabat mesra . pelukan erat , Aku dapat rasa pelukan keimanan . Dalam hati aku berbicara , " akak , saya rindu akak sangat-sangat . saya rindu setiap detik yang 'sebulan' itu , " Ah , hati menangis , Tapi aku masih berjaya mengawal reaksi muka .

Aku terus bersalaman dengan akhawat yang lain bertanya khabar , memberi senyuman mesra .Cuba memurnikan keadaan . Alhamdulillah , Allah izin untuk aku menyediakan seluas hati untuk menerima segala inti dari MABIT malam ini .

Tapi , kerana jiwa manusia itu berbolak-balik , di pertengahan MABIT perasaanku kembali bercelaru , kenapa ? Entah . aku masih lagi tidak punya jawapan .

***

Dan pada setiap persoalan yang aku tidak punya jawapan itu , aku yakin Dia yang menyimpan segala jawapan . Moga kheir saja .


***

-UkhtyLasak-

Ini sekadar cerita . Penulisan aku memang tidak cantik tapi aku tetap ingin menulis . Sangat berbesar hati untuk menerima segala teguran .

Wednesday, 10 December 2014

Birr Walidain



 



"Dan tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapa . Jika salah seorang dari keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut , maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya ucapan yang baik . Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dan ucapkanlah 'Wahai Tuhanku , sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mengasihaniku pada waktu kecil" ( Al-Israa':23-24)


Astaghfirullahazim , Astarghfirullahalazim . Aku memohon ampun kepadaNya diatas segala dosa-dosaku . Aku pohon agar sebarang penulisanku tidak didorong oleh hawa nafsu yang tidak disandari iman . Aku pohon agar penulisanku menjadi sedikit bekalan buat aku disana kelak .

Tatapi dan hayati semula firman allah didalam surah Al-Israa , maka dapat kita lihat disitu tuntutan berbuat baik kepada orang tua . Hari ini , tanya pada diri , sudahkah kita berbuat baik padanya ? Jika belum , segera lakukannya !

Kali ni , aku berminat untuk berkongsi atau mungkin bercerita sedikit tentang bagaimana membahagiakan orang tua ? Kadang-kadang ada antara kita yang tersalah dalam menilai kebahagiaan orang tuanya . Ya . Aku bukan orang paling layak untuk menilai , tapi sekadar berkongsi pengalaman . Seperti yang kita ketahui , bila mana usia ibu bapa kita telah lanjut , maka perangainya juga akan sedikit-sedikit berubah kembali seperti keanak-anakkan . Jadi , pada tika ini sudah menjadi tanggungjawap kita untuk menjaga mereka dengan penuh perhatian .

Ada yang beranggapan dengan menyediakan rumah yang besar siap dilengkapi dengan pendingin hawa , televisyen , katil yang empuk sudah mampu memberi kebahagiaan kepada orang tua , Dimana datangnya bahagia itu kalau kita sebagai anak sibuk dengan kerja 24 jam , makan pakai ibu ayah kita diurus orang gaji semata ? Tiada masa untuk bersembang mendengar cerita mereka .

Sebenarnya aku cukup terkilan melihat manusia-manusia yang sanggup meninggikan suara kepada orang tua mereka .

"Mak ni , kencing merata-rata . Kan ada bilik air , tak boleh nak pergi ke ?"

"Saya dah siapkan tempat tidur , sediakan makan pakai , apa lagi yang tak cukup "

"Saya ada anak bini lah mak , mana boleh nak jaga mak "

Aku langsung tidak bersetuju untuk dialog-dialog ini dikeluarkan dari seorang anak . Dimana letak ihsanmu wahai anak ? Ingat waktu kau berusia setahun dua ? siapa yang membasuh najismu ? Ingat waktu kau dapat anugerah kecermalangan dahulu ? bukan hadiah yang lebih berharga tapi kehadiran orang tuamu dihari anugerah itu yang lebih kau hargai bukan ?

Aku tidak nafikan , ada yang cerita hidup diwaktu kecilnya tidak membahagiakan . Ibubapanya sibuk bekerja, atau mungkin ibu bapanya terlalu garang atau mungkin kehendaknya banyak yang tidak dituruti , namun aku ingin bertanya , adakah kau mahu membalas dendam ? Hasilnya ? Kau akan dapat kepuasan ? kenikmatan ?

Ketahuilah , apa yang ibu bapa mahukan dari kita adalah perhatian dan kasih sayang , Cubalah untuk memahami mereka , Biarlah rumah kecil sekalipun asal kita punya waktu untuk bersama mereka sudah cukup membahagiakan . Sabarlah sekejap dengan perangai-perangai mereka yang keanak-anakkan itu kelak kita jua akan menjadi sepertinya .

Ambil masamu , dengar cerita mereka biar cerita yang sama diulang-ulang . Ringankan tanganmu , usap dan belailah mereka .

Buat kalian yang tiada ibubapa , Kalian masih mampu membahagiakan mereka . Kirimlah doa agar Allah menempatkan mereka bersama orang-orang yang soleh .

Untuk kalian yang mengaku diri daie berjaya , aku pohon  , aku pohon dengan rendah diri jangan diletakkan ibubapamu ketepi . Santunilah mereka . Sayangilah mereka . Jangan kalian memberi alasan terlalu sibuk dengan usrah/daurah/mabit membuatmu tidak dapat bersama mereka . Jika ini alasanmu , maka izinkan aku bertanya , apakah ini natijah daripada pentarbiyahan dirimu ? Apakah dakwah mengajar kamu mengenepikan orang tuamu ? Jika mutarabbimu mampu kau update setiap waktu maka kenapa tidak pada ibu bapa mu ?



-UkhtyLasak-

Membahagiakan atau berbuat baik itu skopnya bukan pada sesuatu yang material , senyum dan doamu juga adalah sebahagian dari kebaikanmu buat mereka .

Saturday, 6 December 2014

Anugerah Terindah Part II


"Lalu Nuh mengadu : Wahai Tuhanku , Aku telah menyeru kaumku siang dan malam . Tetapi seruanku itu tidak menambahkan mereka suatu apa melainkan mereka semakin lari . Dan sesunggunya aku setiap kali menyeru mereka kepada keimanan supaya Engkau ampunkan dosa mereka , mereka sumbatkan jari ke dalam telinga dan menutupkan muka dengan baju mereka dan mereka terus berdegil dan menunjukkan sikap yang amat sombong "
"Nabi Nuh a.s meneruskan perjuangannya yang luhur , ikhlas dan mulia untuk menyampaikan hidayah Allah kepada kaummnya tanpa sebarang kepentingan dan faedah peribadi . Demi mencapaikan matlamat ini , beliau telah menerima tentangan-tentangan dan penghinaan selama 950 tahun sedangkan bilangan mereka yang menyahut dakwahnya hampir-hampir tidak bertambah dan darjah tentangan dan kedegilan mereka untuk mengikut jalan yang sesat semakin meningkat tinggi .Pada akhirnya Nuh kembali mengemukakan laporannya kepada Allah yang telah menyerahkan tugas yang luhur ini kepadanya " 


Ada tompokan-tompokan air mata pada Tafsir Fi Zilal Quran karangan Syed Qutb itu .

 Nabi nuh bertahan dengan dakwahnya selama 950 tahun kot . Engkau tak sampai 95 bulan dah nak give up . Dah cukup cantik ke isi laporan untuk kau bentangkan dekat Allah nanti ? Nabi Nuh dakwah siang dan malam , engkau ? bila nak liqo baru nak dakwah ? kaum nabi Nuh sampai larikan diri dari dia , engkau ? ada mutarabbi lari sampai taknak jumpa langsung ? Tolonglah syifa . harapan masih ada , jangan mati sebelum mati .
Syifa bermonolog . Sungguh , Jika diteliti satu persatu pentafsiran ayat dari surah Nuh itu , ia akan menjadi motivasi buat para daie . Jangan pernah berputus asa .

Handphone segera dicapai . " Entunna , kita liqo hari selasa boleh ?" mesej dihantar ke group liqo .

"okey , i.Allah :D " Serentak kedua-dua mutarabbinya membalas . Ah , berbunga hati Syifa . Alhamdulillah .

***

"Tema yang diletakkan oleh Amru Khalid dalam bukunya Khowatir Quraniyah tentang surah Az-Zumar adalah kayu ukur keikhlasan...."

Sengaja syifa memilih surah ini untuk ditilawah dan ditadabburkan bersama mutarabbinya .

"Katakanlah : sesungguhnya aku diperintahkan agar menyembah Allah dengan penuh ketaatan kepadaNya dalam menjalankan agama . Dan aku diperintahkan agar menjadi orang pertama berserah diri kepada Allah." (Az-Zumar 11-12)

Ayat-ayat ini mengegerkan jiwa Syifa sendiri . Termuhasabah sebentar . Sejauh mana dia benar-benar ikhlas dalam membawa bulatan gembira ini ? sejauh mana dia benar-benar ikhlas dalam melakukan kerja-kerja dakwah ?Sejauh mana dia benar-benar ikhlas dalam menjalankan ibadah kepadaNya ?

"Manusia yang baik adalah yang memberi manfaat kepada orang lain " sedikit perkongsian dari Zahra menambahkan lagi getaran hati syifa

"Kalau tak disebabkan hidayah Allah , akak tak akan berada kat sini " kak Akmal menambah .

Subhanallah Alhamdulillah Allahuakbar . Liqo hari ini benar-benar terasa hidup . Mendegar setiap cerita dari mutarabbinya membuatkan semangat syifa semakin membara .

" Okey , so minggu ni kita nak mujahadah apa ?"

" Quran 3 juzuk ! " pantas kak Akmal menjawap

"Ha , menarik , saya pun memang tengah mujahadah untuk bacaan quran " Syifa menyokong cadangan kak Akmal . Syifa memang begini orangnya . Pada syifa' , dalam menjadi murabbi kita tak perlu berlagak seperti malaikat . jadi sahaja diri sendiri . akui sahaja kelemahan diri . Cuma , usaha untuk mengislah diri itu harus lebih tinggi .

" Selawat paling kurang 20 kali sehari " Tambah Zahra .
" MasyAllah menarik ." Syifa meraikan .

Entah kenapa , setiap ayat yang keluar dari mutarabbinya hari ini umpama hujan yang turun selepas kemarau panjang . Bunga dalam hatinya kembang mekar . Ah , kalian anugerah terindah !

Dalam hati Syifa berbicara " Syifa , engkau jangan mudah putus asa . tengok ,rahmat Allah sentiasa ada . bagaimana engkau mendapat tarbiyah secukupnya dari murabbi engkau , seharusnya begitu jugalah yang kau beri kepada mereka . " Ada semangat yang sedang dibakar .

***

-UkhtyLasak-

Buat kalian mutarabbi tercinta , kalian adalah anugerah terindah yang Allah hadiahkan buat saya . Kalian adalah saham-saham akhirat buat saya .Jazakunnalahu khairan kathiran untuk setiap detik bersama . Kita saling mengislah bukan ?

Ewah , ini gaya macam dah nak kena pindah pulak . Btw , kita takkan selamanya diatas dan takkan selamanya dibawah. Maka , hargailah setiap perasaan yang hadir . Mungkin saja sesudah hujan turun akan ada pelangi yang mewarnai . 

Tuesday, 25 November 2014

Anugerah Terindah part I


" Akak , em , boleh tak saya nak pergi jumpa Mia sekejap ?" Zahra meminta keizinan dari murabbinya untuk berjumpa dengan sahabatya yang akan bertukar ke apartment akasia .

"Em , kalau kita pegi esok sama-sama nak ? Akak pun nak jumpa Mia jugak" pujuk murabbiya .

"Takut tak sempat esok "

"Em , ok , tapi pukul 4 nanti balik tau , kita liqo "

"Tengoklah kalau sempat"

"Ala ,baliklah " Suara Syifa merayu . Sebenarnya Syifa ada sesuatu untuk Zahra .

"InsyaAllah . Tapi tak janji " . Jawapan zahra mengecewakan Syifa . Kek telah siap ditempah , Idea 'prank' juga telah siap dirancang . Bagaimana sekarang ? takkan nak simpan kek sampai esok ?

***

" Salam alaik , kak Akmal , mintak maaf , nak cancel liqo hari ni , Zahra tiba-tiba ada urusan . So takkan kita nak liqo berdua kan ? Sebabnya kita pun sebenarnya nak celebrate besday dia " Dengan rasa serba salah yang menggunung tinggi , Syifa menghantar whatsapp kepada mutarabbinya .

"Oh , ye ke ? ha , takpe jelah , akak baru ingat nak tidur rumah awak malam ni " Whatsapp dari kak Akmal menambahkan rasa kekesalan pada Syifa . Manakan tidak , Kak Akmal pernah mengaku yang dia memang kurang gemar untuk tidur dirumah orang lain menyebabkan dia sukar untuk datang ke program-program tarbiyah yang menuntutnya untuk bermalam di tempat program , jadi bila kak Akmal menyatakan hasratnya untuk tidur dirumah Syifa malam itu , ia umpama satu anugerah terindah .

" Alamak , akak  ! Sori . Esok ye kita liqo . Akak tidur sini . :) "

" Okey , insyaAllah :D" Ah . Jawapan ringkas kak Akmal cukup membuat hati Syifa yang tadinya sedikit kecewa kembali berbunga . Namun saat terlihat kek harilahir yang telah siap ditempah didepan mata , perasaan Syifa berubah semula .

Ya , Mutarabbi syifa cuma Zahra dan Kak Akmal . Bilangan yang kurang ideal . Mutarabbinya yang lain memilih untuk tidak bersama lagi , atas beberapa alasan . Syifa faham , beginilah sunnatullah dijalan dakwah , akan ada yang menyahut seruan kita dan akan ada yang menolak bahkan akan ada jua yang menentang .

***

Jam menunjukkan 7.30 malam . Zahra yang keluar seawal jam 3 petang tadi masih tidak pulang lagi kerumah . Syifa memilih untuk tidur awal malam itu . Sengaja . Katanya hendak merawat luka . Dia cuma memesan kepada ahli baytnya untuk menyambut hari lahir Zahra dengan kek yang telah ditempah.

Kekecewaan menguasai diri . Syifa sebenarnya sedang bermujahadah untuk menyayangi mutarabi-mutarabbinya dengan setulus hati . Namun , bila berdepan dengan masalah sebegini , Syifa berputus asa , malah Syifa juga telah memutuskan untuk memberitahu murabbinya bahawa dia sudah tidak mahu lagi membawa liqo . Cukuplah . Syifa akui dia bukanlah murabbi yang hebat , dia gemar berjenaka , tsaqofahnya juga tidaklah sehebat ukhti-ukhti yang lain . Syifa sedang dalam fatrah mujahadah . Tapi , entah kenapa , kali ini dia seolah-olah dilanda kefuturan . Mungkin kerana dia pernah terlalu menyayangi Zahra suatu ketika dahulu .


"Zahra , selamat hari lahir . Maaf akak tak jadi mutarabbi yang baik buat awak " Bisik Syifa dalam hatinya saat dia mendengar ahli rumahnya sedang menyambut hari lahir Zahra . Walaupun awalnya berniat untuk tidur awal , tapi dia tidak mampu memejamkan mata . Hanya menyorokkan diri dibalik selimut . Bukan tidak mahu keluar meraikan bersama , cuma takut keadaan hatinya yang tidak saleem terzahir pada riak wajahnya .


Malam itu tidurnya bertemankan air mata . Perasaan bercampur baur . Kefuturan . Ya . Itu istilah terbaik .

***

"Salam alaik , Najihah . nak minta tolong enti bawakkan liqo ana besok lepas magrib di RI Intifada" - mesej dihantar .

"Waalaikummusalam , i.Allah . " Tak sampai seminit , Najihah sudah membalas mesejnya

"Jazakillah kheir Najihah "

" Enti , jangan lama-lama ye " Najihah seolah memahami .

Mesej tidak dibalas . Hakikatnya , Syifa' telah berhajat untuk menyerahkan kedua-dua orang mutarabbinya kepada Najihah . Kali ini nekad .

Kerana masih ada cebisan-cebisan iman dalam diri , disepertiga malam yang dingin itu Syifa bangun menghadap Tuhannya . Pagi itu Syahdu . Dunia ibarat hanya ada Syifa dan Rabbnya .

"Ya , Allah , aku memohon keampunan dariMu kerana tidak mampu menjaga anugerah yang telah kau hadiahkan dengan sebaik mungkin . aku tidak mampu menjadi murabbi yang berjiwa rabbani , ya Allah aku pohon keterikatan hati diantara aku dan mutarabbiku Syaidatul Akmal , dan Zahra Afiqah . Aku pohon diberikan kekuatan , kecintaan dan keikhlasan untuk terus tsabat dijalan dakwah dan tarbiyah ini , Ya Allah , bantu aku untuk bawa mereka kesyurgaMu "

Sungguh . Kadang kita terlupa ada satu kuasa yang memegang kita . Ada satu kuasa yang mampu mmegubah segalanya-galanya . Terutama buat para daie , sekencang mana pun dakwah yang kita lakukan , jangan pernah sekali kita lupa untuk meminta bantuan dariNya . Senjata kita , ada pada doa.

***

"Kak syifa , kita nak liqo bila ye ?" Tiba-tiba Zahra bertanya sewaktu mereka sedang sarapan bersama .

Ya rabb , pantasnya Kau jawap doaku . Syukur .




Monday, 10 November 2014

Bagaimana mahu mencintai mutarabbi ?


"Akak , akak sayang ke mutarabbi akak ?"

"Hisyh awak ni , mestilah . "

"baguslah akk ni . hmmm"

"eh , awak tak sayang ke mutarabbi awak ?"

"tak ."

"eh. takutnya awak ni ."

"macam mana nak mencintai mutarabbi ?"

"dengan keikhlasan...dan doalah Allah bantu tambahkan rasa cinta tu "

"hmm.."

"i did the same to my first mutarabbi , dan paling penting jangan harap dia cintakan kita balik , kita cuma harap Allah mencintai kita semula atas kecintaan kita kepada makhluknya"

"jazakillah kheir akak . saya cuba"

"yang paling penting , fokus pada ketaatan dan redha Allah , nescaya kau akan menemukan keindahan diats jalan ini , insyaAllah"

"hmm . eh , tetiba dtg perasaan perasaan mcm 'eh, aku sayang ke mutarabbi aku'?"

"Akak sayang "




-UkhtyLasak-

Kita ada pelbagai sebab mengapa kita menjadi murabbi . Tapi apa yang penting dalam setiap amal kita adalah ikhlas kerana Allah . Pada anda yang masih belum mampu mencintai mutarabbi anda , aku harap ini sedikit membantu . Ini hasil aku berqodhoya dengan akhawatys yang aku kagumi dijalan dakwah dan tarbiyah ini .

Saturday, 25 October 2014

Nikmat yang melimpah ruah .



photo from google
Dengan nama Allah Yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih 

1) Sesungguhnya Kami telah mengurniakan kepadamu ( wahai Muhammad ) nikmat yang banyak

2) Maka laksanakanlah salat kerana Tuhanmu dan berkorbanlah ( sebagai ibadah dan mendekat diri kepada Allah )

3) Sungguh , orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah )


Surah yang mengandungi ayat yang paling pendek didalam al-quran .Mengandungi 3 ayat sahaja dan diturunkan di mekah .

Insyaallah untuk kali ini ingin berkongsikan sedikit tentang pentafsiran surah yang pendek ini . Sumber rujukan utama adalah Tafsir Fi Zilal Quran yang dikarang oleh Syed Qutb , dan dari talk ustaz Nouman Ali Khan .

Surah ini merupakan satu gambaran dari kehidupan dakwah dan kehidupan pendakwah di zaman permulaan islam di Mekah . Asbab nuzul surah ini dalah ketika Rasulullah s.a.w kematian semua anak lelakinya dan Baginda telah dikutuk oleh kaum Musyrikin . Pada ketika ini , rasulullah sangat sedih kerana kematian anaknya , dikutuk kaum musyrikin dan ketiadaan pewaris yang akan menyambung tugas dakwah baginda .

Maka turunlah surah ini dimana Allah memujuk kekasihNya dengan mengatakan  nikmat yang baginda dapat selama ini sangat banyak . Lafaz al-kauthar itu ditafsirkan oleh sebahagian ulama sebagai sungai syurga , telaga nabi di mahsyar , dan syed qitb mentafsirkannya sebagai  nikmat yang melimpah ruah .

Maka didalahm fi zilal quran , syed qutb telah menyenaraikan beberapa nikmat yang telah diperolehi oleh rasulullah s.a.w , antaranya nikmat nubuwwah , nikmat al-malaul a'la , nikmat as-sunnah , nikmat alquran dll .

Nikmat Al-quran yang merupakan satu nikmat yang melimpah ruah dan tidak berkesudahan . Ianya merupakan mukjizat yang agung . Jika kita lihat pada nabi-nabi sebelum ini , nabi Musa , Isa , Salleh semuanya ada miracle . Tapi miracle itu hanya untuk orang yang melihatnya , selepas-selepas itu hanya menjadi sebagai satu cerita , tetapi Al-quran , hingga ke hari ini kita terus menyaksikan keajaiban dan kemukjizatannya . Subhanallah , Inilah yang dikupaskan oleh Ustaz Nouman Ali Khan .

Terus berada di bawah bayang alquran pentafsiran surah al-kauthar , ayat kedua  Allah mengajar kekasihNya untuk menzahirkan rasa syukur atas segala nikmat dengan mendirikan solat dan berkorban ikhlas kerana Allah , Kesyumulan islam dapat dilihat apabila Allah menyuruh menyembelih dengan menyebut namaNya , ini menunjukkan perhatian agama islam dalam usaha membersihkan seluruh kehidupan dari kesan-kesan syirik .


Dan penutup surah ini mengatakan bahawa orang-orang yang mengutuk rasulullah itulah yang terpotong dari segala kebaikan . Janji Allah itu pasti , sebutan nama mereka terputus , sedang nama Nabi Muhammad s.a.w terus disebut dan disanjung tinggi .

Keimanan , kebenaran dan kebajikan tidak mungkin terputus . Dakwah kepada allah tidak akan pernah terputus .

Surah ini sangat memberi kekuatan pada para pendakwah sekalian . Bila ada suara yang mengatakan dakwah ini akan terhenti , maka yakinilah bahawa Allah menjaga dakwah ini . Dan buat para murabbi / naqibah , harus kita ingat bahawa kejayaan dakwah kita ini tidak boleh diwarisi dengan darah , so , bersyukur atas nikmat kehadiran mutarabbi kita .

Wallahualam .

-UkhtyLasak-

Syukurlah atas segala nikmat yang kita terima hingga hari ini . Nikmat terpilih bersama gerabak dakwah dan tarbiyah , nikmat mempunya murabbi , memiliki mutarabbi , nikmat akhawat yang selalu ada . Alhamdulillah . Alhamdulillah . Alhamdulillah . Moga terus tsabat